Top Menu

Resmikan Bank Wakaf, Sandi Ditanya Soal Pencapresan

ilustrasi
IDAMAN 2020 -- Cawapres pada Pilpres 2019 Sandiaga Uno menghadiri peresmian Bank Infaq di daerah Penggilingan, Jakarta Timur. Sandi sempat berbicara tentang pihak-pihak yang bertanya kepadanya apakah tidak malu terus bergerak setelah tumbang pada Pilpres 2019.

"Banyak yang tanya ke saya, kok Mas Sandi gerak terus, sih? Bukannya sudah kalah pilpres kemarin? Mas Sandi nggak malu tuh?" kata Sandi di Masjid At-Taqwa, Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur, Jumat (26/7/2019).

Sandi menjawab pertanyaan itu. Dia mengaku sama sekali tidak malu.

"Kenapa mesti malu kalah pilpres? Selama kita berjuang, semuanya sesuai dengan koridor hukum, mencari rida Allah SWT, kita harusnya menjadi bangga. Betul nggak?" sebut Sandi.

Sandi menyebut selesai satu urusan, maka sebaiknya seseorang mengejar tugas berikutnya. Dia ingin para hadirin menerapkan apa yang dilakukannya.

"Kemarin ini mungkin berjuangnya di politik, sempat berjuang di hukum ya, MK, segala macam. Nah, sekarang kita berjuang di ekonomi dengan Bank Infaq, dengan UMKM, dengan OK OCE kita berjuang di ekonomi," jelas Sandi.

"Insyaallah saya yakinkan kemenangan itu mungkin Allah jadikannya di bidang ekonomi. Tiba-tiba ekonomi kita menjadi ekonomi yang sangat berjaya, sangat bermartabat, sangat adil dan sangat makmur. Aamiin," imbuh dia.

Sandi yakin Allah SWT tidak akan menukar rezeki hambanya. Sandi menegaskan ingin membangkitkan ekonomi bangsa lewat program OK OCE hingga Bank Infaq ini.

Sandi lalu menjelaskan soal Bank Infaq. Dia berbicara tentang pengalaman berkeliling DKI Jakarta.

"Salah satu kenapa Bank Infaq ini menjadi terobosan, menjadi inovasi, karena waktu saya keliling Jakarta 2016-2017 ditanya, 'Bu ada yang punya utang?' 'Banyak.' Akhirnya itu menjadi masukan buat kita, ternyata di sekeliling kita banyak sekali susah, apalagi sudah kena rentenir," tutur Sandi.

Menurut Sandi, saat ini banyak program pinjaman online yang, jika masyarakat tak bisa membayar, debt collector akan turun tangan. Sandi mengaku sedih melihat sistem tersebut.

"Ini sangat menyedihkan buat saya. Nah, Bank Infaq ini inovatif karena ini solusi konkret untuk menghindari praktik-praktik rentenir, praktik-praktik utang dengan bunga berbiaya tinggi," jelasnya.

Sandi lalu bertanya apakah jika seseorang punya utang bisa tidur nyenyak atau tidak. Menurutnya, pengutang juga cenderung temperamental. Dengan Bank Infaq ini, Sandi ingin melakukan perubahan.

"Ini yang kita ingin ubah dengan Bank Infaq. Ini ada solusi paling tidak berbasis komunitas masjid, perumahan, majelis taklim dengan kemampuan untuk membantu pinjaman saudara-saudara kita yang lagi menghadapi kesulitan pinjaman berbunga, berbiaya tinggi, pinjaman rentenir, pinjaman rentenir online," jelas Sandi.

Sandi menegaskan Bank Infaq tidak bekerja seperti bank-bank pada umumnya. Lalu apa perbedaannya?

"Ini bukan bank seperti bank-bank, Bank Mandiri, Bank BNI, bukan. Ini adalah lembaga pengelolaan dana-dana infak kita, tapi dikelola secara profesional, sehingga akhirnya ini bisa membantu majelis, bisa membantu jemaah di Masjid At-Taqwa. Ada yang tanya ke saya, kok pakai nama bank? Ternyata bank ini sudah sangat diterima oleh masyarakat. Ada juga bank yang bukan bank tapi memakai nama bank, apa? Bank darah, bank sampah, memang itu bank? Bukan," jelas Sandi. (sumber)

Posting Komentar

Copyright © Idaman 2024. Designed by OddThemes & SEO Wordpress Themes 2018